Bagaimana Kualitas Air Minum Farm Broiler Kita?

Untuk menentukan lokasi farm, salah satu hal terpenting yang menjadi prioritas utama peternak broiler adalah jumlah ketersediaan sumber air atau segi kuantitas.

Kebutuhan air minum pada farm broiler menjadi hal penting karena komposisi tubuh ayam sekitar 64% merupakan air (Bishop, 2001) dan ayam mengkonsumsi air minum sekitar 1,6-2 kali dari konsumsi pakan. Kebutuhan ini belum termasuk untuk pembersihan kandang dan kebutuhan pekerja farm.           

Selain dari kuantitas, hal penting lain yang menyangkut air minum yaitu kualitas. Air minum yang berkualitas baik ditentukan dari ciri-ciri fisik (bau, warna dan rasa), kimia (ion logam, Nitrat, Nitrit, BOD, dll) dan biologi (bakteri pencemar). Untuk ciri biologi, para peternak biasanya melakukan treatment salah satunya dengan melakukan khlorinasi di air minum. Sedangkan perhatian peternak terhadap kualitas air minum dari ciri kimia terutama ion logam broiler farm sangat jarang.

Pada tulisan ini, penulis ingin menunjukkan hasil survei kualitas air minum di broiler farm di berbagai lokasi di Indonesia terutama dari kandungan ion logam (tembaga, besi dan mangan). Mengapa kandungan ion tersebut sangat penting di broiler farm? karena ketiga ion salah satu kunci kunci keberhasilan vaksinasi melalui air minum. Tembaga (Cu) dan besi (Fe) sangat berpengaruh terhadap efikasi vaksin live sedangkan mangan (Mn) dan besi (Fe) merupakan subtrat bakteri untuk membentuk biofilm dimana adanya biofilm akan menghambat aliran air minum di nipple sehingga mengganggu dosis vaksin yang masuk ke setiap ayam (keseragaman).

Grafik 1 dan 2. Kandungan tembaga dan besi diberbagai broiler farm

 

Grafik 3: Kandungan Mangan (Mn) di berbagai broiler farm

 

PENGARUH KANDUNGAN ION LOGAM

       Kandungan tembaga dalam bentuk  CuOH, Cu3+ dan Cu 2+ bisa merusak efikasi vaksin live karena berinteraksi dengan asam nukleat dari virus (DNA/RNA) dan dapat merusak sel membran dari virus. Salah satu SOP dalam hal vaksinasi melalui air minum adalah tidak diperbolehkan pencampuran vaksin menggunakan ember yang bergalvanis besi karena besi (Fe) juga bisa merusak titer vaksin live yang diaplikasikan.

       Mayoritas peternak broiler menggunakan susu skim untuk meminimalkan resiko-resiko tersebut tetapi melihat tingginya kandungan ion logam di beberapa farm broiler tersebut. Apakah mungkin susu skim dapat membantu 100%? Untuk itu perlunya melakukan test untuk mengetahui kandungan ion logam di air minum dari farm dan kemudian diikuti evaluasi efektivitas aplikasi di air minum. Evaluasi ini sangat penting untuk menghindari kegagalan vaksinasi karena sasaran kita tidak hanya vaksinasi tetapi imunisasi untuk ayam.

SOLUSI UNTUK MEMINIMALKAN RESIKO

       Untuk tidak mengambil resiko munculnya kegagalan vaksinasi akibat kualitas air minum, vaksinasi gumboro di hatchery merupakan salah satu solusinya. Vaksinasi gumboro di hatchery akan memaksimalkan dan meningkatkan keseragaman titer yang terbentuk (grafik 4).

Sedangkan untuk vaksinasi booster ND di umur 2-3 minggu, perlunya mempertimbangkan aplikasi melalui spray. Untuk efektifitas dan meminimalkan reaksi pasca vaksin, kesuksesan aplikasi ini memang sangat tergantung dengan kondisi kandang, keahlian vaksinator, peralatan sprayer dan jenis vaksin.

Kembali ke atas